Xabi Alonso Beri Klarifikasi usai Tak Lagi Tangani Real Madrid


Xabi Alonso akhirnya buka suara setelah resmi dipecat Real Madrid, hanya tujuh bulan sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala. Keputusan pemecatan diambil sehari setelah Los Blancos kalah 2-3 dari Barcelona pada partai final Piala Super Spanyol yang digelar Minggu, 11 Januari 2026.

Pelatih asal Spanyol berusia 44 tahun tersebut diberhentikan langsung oleh Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menyusul kekalahan dari rival abadi klub. Alonso, yang pernah memperkuat Real Madrid sebagai pemain pada periode 2009 hingga 2014, mulai menangani tim utama sejak Juni 2025.

Selama masa kepemimpinannya, Alonso mencatatkan 24 kemenangan dari total 34 pertandingan di semua kompetisi, dengan enam kali menelan kekalahan. Meski catatan tersebut tergolong cukup baik, dinamika internal klub disebut menjadi alasan utama pemecatan.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa Alonso belum sepenuhnya mendapatkan dukungan dan respek dari sejumlah pemain senior. Faktor ketidakpuasan internal inilah yang akhirnya mempercepat keputusannya untuk angkat kaki dari Santiago Bernabeu.

Melalui akun Instagram pribadinya, Alonso menyampaikan pesan perpisahan kepada publik. Ia mengakui bahwa masa jabatannya tidak berjalan sesuai harapan, meski tetap merasa bangga pernah melatih klub sebesar Real Madrid.

“Babak dalam karier saya ini telah berakhir dan memang tidak berjalan seperti yang kami harapkan. Melatih Real Madrid adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar,” ujar Alonso, seperti dikutip dari The Mirror.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen klub. Alonso menegaskan dirinya pergi dengan penuh rasa hormat dan kebanggaan karena telah memberikan upaya terbaik selama menangani tim.

Sebenarnya, posisi Alonso sempat berada di ujung tanduk sejak Desember 2025. Saat itu, Real Madrid tertinggal empat poin dari Barcelona dalam persaingan gelar La Liga. Namun, tiga kemenangan beruntun sebelum jeda musim dingin sempat menyelamatkan posisinya.

Di ajang Piala Super Spanyol, Real Madrid berhasil melaju ke final setelah menyingkirkan Atletico Madrid dengan skor 2-1 pada semifinal. Akan tetapi, mereka gagal mengangkat trofi setelah dikalahkan Barcelona asuhan Hansi Flick. Dua gol Raphinha dan satu gol Robert Lewandowski memastikan kemenangan Blaugrana sekaligus mengakhiri masa kepelatihan Alonso.

Pasca pemecatan tersebut, manajemen Real Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala sementara. Arbeloa merupakan pelatih tim cadangan yang juga mantan pemain Real Madrid dan Liverpool, serta pernah bermain bersama Alonso.

Reputasi Alonso sebagai pelatih ikut mendapat sorotan setelah kembali ke Madrid. Padahal sebelumnya, ia menikmati periode gemilang bersama Bayer Leverkusen. Pada musim penuh pertamanya, Alonso sukses membawa Leverkusen menjuarai Bundesliga dan mengakhiri dominasi Bayern Muenchen.

Leverkusen juga menutup musim domestik tanpa kekalahan dan meraih gelar DFB Pokal. Satu-satunya kekalahan mereka terjadi di final Liga Europa 2024 saat menghadapi Atalanta. Pada musim berikutnya, Alonso membawa Leverkusen finis sebagai runner-up Bundesliga.

Real Madrid merekrut Alonso setelah berpisah dengan Carlo Ancelotti, yang kini menangani tim nasional Brasil. Meski sempat enggan memimpin tim di ajang Piala Dunia Antarklub, Alonso tetap diminta mendampingi skuad. Real Madrid melaju hingga semifinal sebelum kalah telak 0-4 dari Paris Saint-Germain.

Sementara itu, Alvaro Arbeloa dijadwalkan menjalani debutnya sebagai pelatih kepala saat Real Madrid bertandang ke markas Albacete pada laga Copa del Rey, Rabu mendatang.

Comments

Popular posts from this blog

Panduan Lengkap Audit Website Untuk Meningkatkan Performa Dan Kualitas SEO

Perusahaan Besar Mengadopsi Digital Marketing Untuk Menjaga Daya Saing

Tantangan Permodalan Yang Masih Dihadapi Pelaku UMKM Di Era Digital